Bismillah.........
Segala daya dan upaya datangnya dari Ilahi, baik ataupun buruk, akan tetapi jika kita selalu membarsamai Allah dalam segala aspek kehidupan kita, in syaa Allah, Allah pun akan selalu memberikan kemudahan kepada kita sebagai hamba-Nya..
Ketika semua perbuatan baik yang kita lakukan belum tentu dianggap baik oleh orang lain, biarkan saja dan tetaplah berhusnudzon, yang terpenting adalah intinya kita sudah beri'tikad baik pada orang lain dan tetap luruskan niat dan tujuan kita.
Hati manusia dipelihara oleh Allah, ketika hati kita dalam keadaan yang tak baik dan tiba-tiba dalam keadaan baik, karena Allah adalah Muqolibal quluub, Yang Maha Membolak-balikkan hati manusia. Sesungguhnya kekuatan kembali adanya pada diri kita dan Allah menambahkan kekuatan itu pada diri kita. Ketika menangis karena seseorang itu sungguh sebuah hal konyol, sesungguhnya Allah itu jauh lebih ingin hamba-Nya menangis merintih kepada-Nya di sepertiga malam dan meminta pada-Nya dan ketika selesai itu Allah akan memberikan kekuatan super yang membuat kita up.
Allah itu jauh lebih sayang pada kita, karena itu gantungkanlah semua harapan kita pada Allah. Karena jika kita banyak berharap pada makhluk maka sesungguhnya bersiap siagalah dengan segala kekecewaan yang akan diberikan padamu.
Ruang Restu
"Tentang rasa, tentang cerita, dan tentang semua yang dapat di ungkapkan dengan aksara. Ketika tak ada yang lagi yang mau mendengar dan diajak berbagi"
Rabu, 11 Maret 2015
Kamis, 05 Maret 2015
Inilah Ceritaku :)
Bismillah...
Alhamdulillah bi ni'matillah, tiada kata lain yang mampu kuucapkan selain kata-kata itu. Kata yang banyak mengandung makna. Allahkuu, tak terasa kini aku sudah menginjak ke semester enam. Masya Allah, semester enam? yaps, semester enam, hampir tiga tahun sudah aku merantau ke Bandung, kota kedua setelah kota kelahiranku. Dan memasuki tahun ketiga di kota ini rasanya aku pun masih belum dapet apa-apa, masi banyak kekurangan sekali.. Tapi lagi-lagi apapun itu haruslah disyukuri, karena itu adalah nikmat yang Allah berikan.
Jadi teringat awal-awal dulu jadi mahasiswa baru masih unyu-unyu gimana gitu, masih "agak" lebay masih sedikit kebawa siswa juga ada. Ada salah satu momen di semester satu pas jadi mahasiswa baru atau biasa disingkat maru, yaitu ketika selesai program pembukaan Tutorial. Apa itu Tutorial? macem apa pula itu? Tutorial itu adalah salah satu program yang diselenggarakan diluar jam kuliah, akan tetapi ini bukan ekstra kampus atau kegiatan intra kampus. Tapi ini adalah salah satu syarat untuk mememuhi persyaratan mata kuliah dasar umum, kali itu MKDU nya ada PAI
ini momennya.. :D
Alhamdulillah bi ni'matillah, tiada kata lain yang mampu kuucapkan selain kata-kata itu. Kata yang banyak mengandung makna. Allahkuu, tak terasa kini aku sudah menginjak ke semester enam. Masya Allah, semester enam? yaps, semester enam, hampir tiga tahun sudah aku merantau ke Bandung, kota kedua setelah kota kelahiranku. Dan memasuki tahun ketiga di kota ini rasanya aku pun masih belum dapet apa-apa, masi banyak kekurangan sekali.. Tapi lagi-lagi apapun itu haruslah disyukuri, karena itu adalah nikmat yang Allah berikan.
Jadi teringat awal-awal dulu jadi mahasiswa baru masih unyu-unyu gimana gitu, masih "agak" lebay masih sedikit kebawa siswa juga ada. Ada salah satu momen di semester satu pas jadi mahasiswa baru atau biasa disingkat maru, yaitu ketika selesai program pembukaan Tutorial. Apa itu Tutorial? macem apa pula itu? Tutorial itu adalah salah satu program yang diselenggarakan diluar jam kuliah, akan tetapi ini bukan ekstra kampus atau kegiatan intra kampus. Tapi ini adalah salah satu syarat untuk mememuhi persyaratan mata kuliah dasar umum, kali itu MKDU nya ada PAI
ini momennya.. :D
Tak terasa kini salah satu temenku di foto itu, tepatnya sebelah kiri saya itu bernama Safa Khairunnisa, ia kini sudah berkeluarga dan suah memiliki buah hati yang cantik. Ahh rasanya kangen sekali dengan momen kebersamaan kita.
And then di semester dua, aku mulai aktif di organisasi ekstra dan dalam kampus. Banyak kegiatan yang kita lakukan, banyak kegiatan yang hingga saat ini masih aku simpan, salah satunya adalah momen saat Konser Amal Palestina bersama Opick dan Izzatul Islam
Ini bersama temenku, Aam. Dia kecil-kecil cabe rawit.
Ini yang foto Nisa, dan aku foto bareng sama Anisa dan Aam
Masih keliatan unyu di foto itu, hehee... masih keliatan anak SMA nya juga. walaupun gak begitu sih. hahha... Selalu menyenangkan ketika ada kegiatan yang seperti ini. Tak lama dari Konser ini, ada konser macam begitu juga di tempat yang berbeda tapi aku alhamdulillah masih bisa ikut.
Lagi-lagi acara yang berbau P A L E S T I N A. Selalu semangat kalo udah denger kata itu. Jadilah seperti difoto dibawah, Wardrobenya udah keci banget lah, pake syal PALESTINA dan ikat kepala berwarna bendera palestina.
Menyenangkan dan always menyenangkan. Berempat, Aku berbaju kuning, sebelah kiri aku ada Aam dan Meli trus sebelah kanan aku, Anisa. Dan pas event ini, tempatnya di Monumen Perjuangan di Jalan Dipati Ukur, lebih tepatnya lagi di depan kampus Universitas Padjajaran.
Dengan seiring berjalannya waktu, kita sering berpisah pisah. Malah keseringan pisah-pisah mungkin ahaaha.. tapi itulah namanya hidup. Ada kalanya untuk bersama dan adakalanya juga untuk sendiri. Event demi event terlewati, hingga pada akhirnya tibalah aku beranjak ke semester tiga. Yaps, semester tiga, berarti udah punya adik tingkat. Dan event besar lagi yang aku ikuti dan menjadi panitia pada kala itu adalah event MOKA-KU. apa sih MOKA-KU? event apaan sih? MOKA-KU itu adalah event terbesar yang diselenggara oleh BEM REMA UPI, event dalam rangka menyambut mahasiswa baru. Ini salah satu momentnya..
Aku dan Meli, di depan logo MOKA-KU
Semester tiga penuh dengan up dan downnya, perjuangannya juga subhanallah... berasa mahasiswanya juga. Seneng dan sedihnya Tak terungkapkan pokoknya mah. :D
Jreng, semester tiga akhirnya terlewati dan masuklah ke semester empat. Semester ekstra, semester yang harus membagi tenaga dan fikiran untuk disegala lini. Dan alhamdulillah berkat Allah jua, aku mampu. Ada beberapa event yang bisa dibagi disini, yaitu sosialisai mnegnai perguruan tinggi, rapat Kerja KEMABA, rapat perdana Sosmasy dan nghadirin walimahan temen satu angkatanku juga.. hhihi..
Sosialisasi PT
Makan-makan selesai Rapat kerja
Setelah rapat perdana, Sosmasy
Walimahan Uzi
Begitulah beberapa kegiatan di semester empat. Tapi yang paling penting yaitu kuliah. Yaps, karena itu amanah dari orang tua. Sesibuk apapun jua kalo kuliah itu WAJIB hukumnya. Banyak rutinitas juga di semester empat. Berakhir semester empat maka berlanjut ke semester lima. Akan tetapi sebelum masuk semester lima, aku mengikuti kelas semester padat. Tapi disela-sela semester padat aku menjadi panitia penerimaan mahasiswa baru dan dua setelah itu menghadiri wisudaa mas kecekuuh
Disela-sela nunggu maru, ini kerjaannya :D
Foto sama orang yang suka eksis dimane-mane
Kecelah, lumayan..
Foto sama mas kecekuu, My Teta Dear :D
Aahha,, melihat foto-foto itu kangen. Suka banget juga fotonya. Apalagi sama mas kece, eta mah, uuhuy.. bikin greget mamen. Hahaa.. :D
Masuklah aku ke semester lima, masuk ke semester penuh dengan rutinitas, ekstra sagala-gala tapi selalu menyenangkan, dan lagi lagi sebelum masuk di semester ini juga diawali dengan liburan dulu, ke Garut hehehe..
ber-background laut selatan
aku menghadap pantai selatan
Main dulu ceritanya ke rumah Agil dan ke pantai. Padahal aku orang pantai, tapi tetep ajah kagak pernah ke pantai ahaha..
Semester lima, coming. Rutinitasnya padat akan tetapi selalu dateng untuk memenuhi undangan beberapa orang ini dan ini pun bertepatan diakhir semester dan akhir tahun jua. Jadi berusaha untuk di sempatkan.
Foto di wisuda teh Lia bareng ADK Arab
Foto bareng Kang Husna dan Eva
Aku dan Mas kece di nikahan mbak Dewi
Aku bareng Teh Alifah
Aku dan Teh Lia
Sesudah menghadiri undangan undangan itu, aku sudah berhadapan dengan ujian akhir semester. Akan tetapi ada salah satu mata kuliah yang ujiannya praktik, yaitu ABS
Selesai perform ABS
Di semester lima ditutup dengan ujian praktik ABS atau Apresiasi Bahasa dan Seni, singkat sih tapi menyenangkan. hahaa..
Semester yang menegangkan pun datang, yaps semester enam. Semester yang penuh dengan planing itu dan itu, berhubungan dengan masa depan, kudu banyak sabar juga. Dan harus maskin rajin juga. Itu adalah kewajiban banget, mau gak mau kudu gitu. Yaps, RESTU HARUS SEMANGAT!!
Tapi ada saja tingkah polaku ketika baru-baru masuk di semester enam ini bersama sahabatku tercintah.. hahaa.. check this it out..
Aku bersama Fitri
Aku bersama Afiyah
Dibalik memikir paning ini dan itu, kita masih sempat foto-foto seperti itu. Ahahaa.. dan berhasil sedikit menghilangkan penat. Cara aku dan temen-temenku menghilangkan penat yaitu dengan foto-foto dan jaln-jalan, walau kalo jalan pun kadang gak tau juntrugannya kemana. ahahaa..
Daann.. toretotet... gak terasa juga aku kembali menjadi aktif di BEM REMA, ini salah satu momen ketika pelantikan
Aku (kerudung hijau), Husnul dan Ita
Dan itu sedikit ceritaku dari semester satu hingga semester enam, sedikit sekali karena ceritanya begitu banyak. Hingga aku pun bingung untuk mengungkapkannya. heheee..
Minggu, 25 Januari 2015
Sedikit Cerita
Bismillah..
Hampir dua minggu lamanya berada di rumah, menyenangkan, membosankan, bingung kudu gimana dan banyak lainnya. Ahh.. tapi itu terlalu remeh untuk dikeluhkan oleh bibir ini. Waktu itu singkat maka syukuri ketika diberi.
Alhamdulillah dua minggu di rumah, banyak ceritanya, dari hal konyol, memalukan, kaya anak kecil dan lain-lainnya. Tapi bersyukur punya orang spesial yang selalu sabar banget ngadepin tingkah aku yang moodi-an banget. Ntar tiba-tiba begini ntar tiba-tiba begitu, bikin lelah. heehe..
Dan dua minggu pula dekatku ada balita, hal yang tak pernah aku bayangkan. Karena dulu aku itu tipekal orang yang sama anak kecil tuh pengennya nyubit, jitak, omelin dan pasti orang yang liatnya akan berpikiran kalo aku tuh galak banget sama anak kecil, tapi emang dulu aku galak banget sama anak kecil. Tapi kini, entah terbawa atau karena always dengan mas keceku, aku jadi berubah. Dari yang dulunya begitu sama balita atau anak kecil tapi sekarang aku kalo liat anak kecil gemes banget, pengen aku gendong terus dan ajak main terus. Hehee.. sebuah perubahan buatku..
Menghabiskan holiday dengan orang rumah dan mas keceku, dan menhabiskan waktu disela-sela waktu yang sempit karena dia sibuk di sekolah. Sibuk tapi selalu ada waktu untukku, yang walau pun menghabiskan waktu dengan nonton film, main sama ponakan si mas, nonton acara tivi yang makin lama makin gaje banget. Sesuatu yang simpel memang, tapi itu menyenangkan.
Thanks for you, my Teta Dear..
Minggu, 28 Desember 2014
A Note for My Captain Heart
Bismillah..
Seorang laki-laki yang aku kenal semenjak semasa SMP kurang lebih 7 tahun yang lalu.. laki-laki, berkulit putih, tinggi yang mengawaliku bukan dengan mencuri perhatian, tetapi aku mengawalinya dengan rasa ilfeel *iyuuuh bgt lah* berbeda usia 2 tahun. Sekalinya dia berjalan tak ada ramah tamahnya, memandang penuh ke depan dan tanpa tengak tengok, tatapan yang jutek plus dingin *freezing berasa di kutub* hahaa..
Tak terasa berujung pada pe na sa ran, tapi ogah aku mencari tau all about dia..
Taraaaaaaaaaa..... ini dia, dia yang membuatku pe na sa ran, dia yang saat ini ada di kehidupanku. My Captain heart :)
Seorang laki-laki yang aku kenal semenjak semasa SMP kurang lebih 7 tahun yang lalu.. laki-laki, berkulit putih, tinggi yang mengawaliku bukan dengan mencuri perhatian, tetapi aku mengawalinya dengan rasa ilfeel *iyuuuh bgt lah* berbeda usia 2 tahun. Sekalinya dia berjalan tak ada ramah tamahnya, memandang penuh ke depan dan tanpa tengak tengok, tatapan yang jutek plus dingin *freezing berasa di kutub* hahaa..
Tak terasa berujung pada pe na sa ran, tapi ogah aku mencari tau all about dia..
Taraaaaaaaaaa..... ini dia, dia yang membuatku pe na sa ran, dia yang saat ini ada di kehidupanku. My Captain heart :)
Tapi mungkin sudah ditakdirkan oleh-Nya, setelah ia lulus SMP aku tak pernah berjumpa dengan dia and then sekalinya ketemu buat aku spot jantung hey. Sepulangnya aku cari sesuatu di luar dengan gaya pada waktu itu yang kemana pun pake sepeda, menggowesnya dengan santai, eh tiba-tiba ada yang mendekatiku dengan menyapaku, tapi itu membuatku takut setengah mati, karena pada waktu itu aku termasuk yang agak takut kalo disapa sama laki-laki. hahaha.. *maklum bocah*
Sesampainya di rumah sedikit hilang tuh spot jantungnya, tapi tidak dengan itu laki-laki, dia tiba-tiba meng-sms ku. Tambah heboh dan takutlah aku. heeuu -_-
Lambat laun, aku merasa kok yak dia itu gak jutek dan dingin yang aku kira loh. Baik, penuh perhatian, expert banget sama pendidikan and yang paling penting dia itu, smart boy loh. ahahaa..
Tak berasa aku hampir lulus SMP kala itu dan makin dekatlah kita tapi tetap dengan up and down nya. Penuh dengan cerita-cerita yang tak teruraikan. ahay deuhh lebay :D
Kala itu tepat pada tanggal 25 Mei 2009 tepat pengumuman kelulusanku, lulus dengan nilai sangat memuaskan, alhamdulillah.. Rentang dua hari dari kelulusanku, tanggal 27 Mei 2009 bersamaan dengan ulang tahun dia, aku memberikan kejutan untuknya, memberikan sebuah tart and gift for my special boy, sebenarnya gak special-special amat sih and taraaa... jauh dari yang aku duga dia mengatakan I LOVE YOU ya kurang lebih begitu. Spechlees untukku, aku hanya dengan reaksi menggangguk dan bertanda "IYA" hiihii... melting itu malam :D
Tak terasa aku pun masuk SMA dan ternyata satu SMA dengannya kembali dengan kelas bersebelahan, dengan titel adik kelas again. ahahaa nasib siswa baru aahaaha..
Tak lama dari aku masuk SMA, kurang lebihnya dalam kurun waktu 3 bulan lama kita menjalin hubungan spesial ada badai yang datang, dia mendekati perempuan lain yang tak asing lagi aku kenal, dia teman seangkatan dia. Ah rasanya amburadul lah, dengan akhir yang tak baik, berujung dengan perpisahan. Tepat di tanggal 3 Agustus 2009, kita putus.
Dengan status yang berbeda, tapi masih dalam satu sekolah dan kelas bersebelahan membuatku makin kaya orang gila yang susah move on. Aahhh untung saja punya teman-teman yang gila yang berhasil membuatku sedikit move, sedikit looh.. Hari-hariku makin berwarna tanpa adanya dia. hahaa.. Akhir tahun ajaran, dia mulai prepare menuju bangku kuliah, daftar kuliah dengan dibantu oleh guru. And aku dapat kabar bahagia kalo dia di terima sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Bandung. Akhir tahun ajaran itu pula yang membuatku agak sedikit dekat kembali dengannya, dekat sebagai teman tepatnya.
Hari-hari pun kita lalui sebagai teman, sampai pada waktu pula kita dipisahkan oleh jarak. Ia di kota Bandung, sementara aku di kampung. Berakhir pula dengan renggang kembali hubungan kita. Iyah seperti itulah aku dan dia. Tarik ulur, seperti karet. hahaa..
Singkat ceritanya, aku dan dia kembali bertemu di kota Bandung, ya tapi dengan statusku yang berbeda, dulu siswa kampung, kini dengan titel mahasiswa, beuraat eung. Aku bertemu dia di acara Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum, dia sebagai Dewan Pengawas dan aku sebagai mahasiswa baru. hah.. lagi-lagi bertemu di kampus yang sama. Takdir mungkin ya? Entahlaah.. tapi aku nikmati saja. Bertemu just bertemu tanpa saling ngobrol de el el lah..
Kembali pula kita dengan kehidupan masing-masing, tak ada kabar beritanya, tak tau kesibukkannya apa. Kurang lebih satu setengah tahun aku dan dia seperti itu. Komunikasi hanya sebatas say halo saja, terus udah. Begitulah seterusnya.
Aku dengan kehidupanku, aku berhubungan dengan orang lain tapi entah mengapa aku juga tak lepas dari bayang-bayang dia. Entahlah bisa dibilang gagal move on. Mempertahankan rasa selama 4 tahun (kuat amat ya akuh). ahahaa..
Dan taraaaa... awal Agustus 2014 aku kembali berhubungan intens dengannya, kembali merajut cerita, kembali berbagi cerita, walau pun pada kala itu aku dan dia belum ada kata "nyambung" tapi aku merasa kok yak ada chemistry lagi (dasar perempuan gampang kebawa perasaan) padahal pada waktu itu aku masih menjalin hubungan dengan orang lain. Tapi aku tak peduli (jahat yak?). Hingga akhirnya aku mendengar kabar duka yang sontak membuatku kaget di malam jum'at tanggal 14 agustus 2014, yaa... abah si mas dia panggal Sang Kuasa, aku cuma terdiam memandangi layar ponsel kekasihku pada waktu itu, aku gemetar dan rasanya tak karuan. Tanpa pikir panjang aku menghubungi dia untuk menanykan kabar itu dan benar saja. Ah malam itu membuatku tak bisa tidur dan membuatku ingin pulang kampung.
Keesokkan harinya aku berpakaian hitam-hitam, dan nangis dipakuan temanku. Karena aku mengingat kalo dia 5 hari lagi akan wisuda. Yaa WI SU DA momen paling spesial di lembaran hidup siapa pun, tapi apalah daya manusia hanya merencanakannya saja dan Allah yang mewujudkannya.
Lima hari berselang, tepat pada rabu, 20 agustus 2014 dia di wisuda ya dan akhirnya aku bertemu kebali dengannya setelah sekian lama tak berjumpa, bahagia rasanya melihat senyum dia yang tak henti-hentinya. Aku pun yang selalu berusaha menghibur dia.
Terlihatkan yaaaaaaaaaa? senyumnya lebar gitu secara ada PW nya gitu loh. ahaha.. apaan tuh PW? penasaran ya? singkatan PW itu suka ada menjelang acara segede wisuda gitu, PW alias Pendamping Wisuda. ahaha.. dan aku berkesempatan banget jadi PW dia, dan tak ku duga-duga, tepat di hari itu aku dan dia kembali nyam-bung. Kembali merangkai cerita yang indah, menuliskan denga tinta yang menawan. Dan kini 4 bulan sudah aku dan dia mernagkai cerita, ya walaupun tetap dengan up and down nya. Tapi itu yang membuatku selalu bangga dengan segala keanehan tingkah lakunya.
You're smart boy for me
You're my eveything
You're my captain heart, and
You're my Teta Dear :D
Rabu, 10 Desember 2014
Bahagia itu Simple
Bismillah..
Di awal bulan ini saya memutuskan untuk mudik ke kampung halaman, selain butuh refreshing juga karena akan menghadiri nikahan wanita yang duduk di samping aku difoto itu. hhehe..
Setibanya di stasiun, saya di jemput sang pangeran berkuda besi. hahaa *lebay*. Lebih tepatnya di jemput kesayanganku, mas keceku. hehee ya walau harus menunggu beberapa menit sih, tapi tak apa dan seperti biasanya kalau di jemput oleh mas pasti grogi sendiri, padahal udah sering di antar jemput kemana pun juga, tetep juga begitu yang saya rasakan. Mungkin karena dalam sebulan hanya dalam hitungan jari bertemunya juga, ya jadi saja begitu.
Sesampainya di rumah seperti biasanya, ngobrol-ngobrol dulu sama mas dan mamah. Pada akhirnya mas ikutan ngambil mangga dan sampai naik-naik pohon, ceunah mah. Ya begitulah aku dan mas ketika bertemu. Yang pada akhirnya mas bilang ke saya "Dee, nanti ke rumah ya sedikit bantu-bantu. hehe"
Jreeng keesokan harinya, sabtu, 6 desember 2014 kira-kira pukul 13.30 saya bareng mas ke rumah mas, dengan sebelumnya saya menjemput mas di sekolah. Sesampainya di rumah mas, sepertinya dengan kedatangan saya yang ada di rumah mas sudah ada yang tahu dan juga yang tidak sehingga membuat sedikit kebingungan dengan kehadiran saya, termasuk bocah-bocah yang ada di foto itu. Haha.. tapi seperti biasanya dengan seolah sudah kenal lama, ada yang sedang bikin isian untuk kue saya ikutan nimbrung untuk sedikit membantu, ya walaupun gak bagus-bagus amat sih. Dikala saya membantu membuat isian kue, salah satu dari kakak perempuan mas kurang lebih bilang seperti ini "Ditunggu dari pagi eh baru nongol sekarang, tu. Kemana aja, tu?" seketika itu juga saya menjawab "Ada orang kerja mba dirumah dan mamah juga lagi pergi-pergi aja jadi weh suruh tunggu rumah dulu dan baru sempat kesini sekarang. :) "
Dan kakak perempuan mas yang lain ada yang bilang seperti ini "Kalo diliat-lait mah kalian teh mirip ya, itu hidungnya, matanya juga. Jodoh ini mah lah. Aamiin..". sambil dalam hatiku pun berkata "Aamiin". Mba Dewi, kakak perempuan mas yang ada di foto itu pun berkata "Jodoh, ang. Iya. Insya Allah. Da mirip gitu. Saya sama mas wahyu juga gak mirip toh akhirnya gitu ya. Alhamdulillah. haha". Akhirnya, saya dan mas kenalah bercanda tapi terselip doa didalamnya. Begitu pun ketika saya berusaha untuk dekat dengan keluarga mas, keluarga besar malah.
Selesai bantu-bantu bikin isian kue, saya membantu menjaga ponakan-ponakan mas yang masih balita. Seperti biasanya, pertama ketemu gak mau, tapi lama kelamaan akhirnya mau juga. Alhamdulillah.. Main bersama mereka hingga sore, ketawa-ketawa dan bikin tingkah yang menggemaskan. Ahh terlalu menyenangkan main bersama mereka dan berhasil melupakan kesibukan saya.
Ahad, 7 desember 2014, hari dimana acara akad dan walimatul 'ursy terselenggara, kira-kira jam 06.50 saya dijemput oleh mas untuk ke rumah mas kembali, Ada saja kejadian ketika acara mau dimulai, sandal yang saya gunakan ternyata patah dan harus pulang kembali ke rumah untuk mengganti sandal. Memakan waktu kembali, hingga ada yang sedikir marah-marah. Saya cuma bisa diam dan dalam hati hanya banyak istigfar, agar tidak ikutan marah-marah juga.
Kerabat, teman-teman mba Dewi dan Mas Wahyu sudah mulai berdatangan, mungkin mereka bingung dengan kehadiran saya di tengah-tengah mereka.Tapi saya ikut merasa bahagia ketika ada yang bahagia. Di hari ini pula, saya dan mas seolah menjadi orang tua dari Affan, gantian menjaga dia, ganti nenangin dia, gantian gendong dia. Tapi saya menikmati itu semua. Bahagia rasanya.
Bahagia berada di tengah-tengah keluargamu, mas.
Terlalu bahagianya sampai saya kehabisan kata-kata untuk menuliskannya. Beberapa hari pulang, tapi saya dibuat bahagia selalu. Quality time banget, bisa ngobrol sama kakak-kakakmu, keluargamu, main sama ponakan-ponakanmu, merasakan seolah menjadi orang tua juga. Bahagia rasanya, mas..
Dan foto-foto itu menjadi saksi kedekatan saya dengan keponakan-keponakanmu.
Thanks for 2days ago, mas. Makasih memberikan kesempatan untuk sayadekat dengan keluargamu. Buat Lulu, Najwa, Jinggan, Sisi, Affan dan yang lain juga, next time ateu main lagi sama kalian. Makasih ya sayang, menjadikan dua hari yang berwarna sekali buat ateu. :)
Sun sayang dari jauh untuk kalian, keponakan-keponakan baru ateu :D
Senin, 03 November 2014
Salah siapa?
Malam ini makin larut tapi entah apa yang aku cari-cari dan aku tunggu-tunggu. Di malam ini ditemani dengan hape dan menatapi layar laptop, menyusuri dunia maya dan lagi-lagi dengan menengok hapeku. Tapi seolah tak menemukan jawabannya, tak menemui yang ditunggu. Dia, dia yang ditunggu balasanya, tapi tak kunjung datang juga.
Mengintip kembali layar hapeku, profil tweetmu, menunggu mention darimu tapi tak ada. Tapi sungguh, memang benar-benar tak ada. Hape yang biasa berdering dengan nada sms itu selalu datang tapi malam ini jarang, bahkan hanya bisa dihitungan dengan jari.
Malah berujung dengan tangis dan mungkin dengan tangis aku bisa lebih lega, tapi sayang emosi untuk menahan tak marah dan jengkel tak mampu lagi. Inget hukum sebab akibat itu pasti ada.
Sabtu, 01 November 2014
Teta Dear
Rabu, 20 Agustus 2014
Dimana hari itu merupakan hari paling padat (mungkin) di kampusku, ya seperti itu. Disebabkan karena dua event sekaligus dalam satu hari, registrasi mahasiswa baru dan wisuda gelombang II di pertengahan tahun. Keadaan yang sangat kontras sekali di tahun ini, disaat ada yang masuk dinyatakan sebagai mahasiswa baru UPI dengan perasaan bahagia, bangga sekaligus ada rasa tak percaya dan ada yang berbahagia, senang, lega, terharu karena kelulusannya. Suasananya sangat jelas sekali, panas? iya. Geurah? pasti, Tapi tetap ada rasa sejuk yang dirasakan, karena memang kampusku di daerah dataran tinggi.
Tapi ada satu momen yang tak akan pernah saya lupa. Momen yang kedua kali saya hadiri, momen dimana semua yang keluar dari gedung tersebut terpasang muka lega, bahagia, ceria, berbunga-bunga, dan yang pasti baju toga melekat di badan.
Jreng.. penyematan gelar dan ucapan selamat dari rektor beserta jajaran terdengar jelas dari luar gedung itu, ya gedung tinggi dan besar yang berdiri tegak di bagian belakang kampus saya, gedung itu lebih di kenal dengan Gymnasium. Gedung paling bersejarah bagi mahasiswanya, yaps. Karena gedung itu merupakan saksi bisu para mahasiswa, gedung itu adalah gedung yang pertama kali diinjak dan gedung yang terakhir diinjak dengan status yang berbeda.
Dan kali ini saya datang, tepat di teras gedung itu bukan sebagai mahasiswa baru atau mahasiswa yang diwisuda. Saya datang di tempat itu sebagai tamu atau lebih tepatnya menyambut yang telah diwisuda.
Ya, seseorang yang diwisuda itu adalah dia. Dia yang terpampang jelas di foto itu. Dia adalah seseorang yang sudah saya kenal lebih dari 10 tahun lamanya, panjang ceritanya saya kenal dengan dia dan dengan segala sifat serta sikapnya. Dia adalah seseorang yang banyak mengajarkan saya tentang betapa hidup ini adalah sebuah perjuangan yang harus disyukuri tiap harinya, ya layaknya seperti kuliah yang tiap harinya harus dinikmati dan disyukuri. Dia bukan seseorang yang sempurna, tapi dia adalah orang yang akan menjadikan saya sempurna. Kontroversi memang jika kalimat itu dikatakan dan foto itu dikeluarkan. Dia, laki-laki kedua setelah bapak yang menjadi heroku.
Biarpun banyak temanku yang tak menyenangi dia, tapi saya akan tetap menganggap dia adalah orang paling spesial di hidup saya. Dia bukan hanya sekedar spesial di mataku, tapi dia lebih dari spesial, dia itu bisa jadi kakak terbaik untukku, partner, teman curhat, teman diskusi, tempat tukar pikiran sekaligus sahabat dan everythings for him.
Dia yang memberikan warna di tiap harinya, menambah cerita di tiap lembarnya dan membuat rasa yang selalu berbeda.
For you, my lovely, my Teta Dear :)
Langganan:
Postingan (Atom)































